Press

Entrepreneurs try to find opportunity amid the COVID-19 uncertainty

CNA

Noting that entrepreneurs can take “a broader perspective”, Mr James Tan, chairman of Singapore’s Action Community for Entrepreneurship (ACE), said: “Take a growing industry like food tech, it does not necessarily have to be about starting a vertical farm. What about the other aspects, such as storage and delivery?

“You can take a part of it and ask yourself if this is being tackled. If there are too many vertical farms, maybe you can look at supply chain and distribution,” added Mr Tan, who is also managing partner at Quest Ventures.

Sectors that are being battered by the pandemic also bear opportunities, although one will need to time for a recovery and be more selective.

Mr Tan from ACE thinks that more people could turn to entrepreneurship amid the uncertain economic climate, with some being “driven by necessity” given the grim labour market.

“Whether this is a positive thing, it remains to be seen because there could be more people with the same idea and not everyone will succeed.”

More


A new adventure begins for Singaporean startups in Vietnam

KrASIA

Vietnam Global Innovation (VGI), powered by Quest Ventures, concluded its extensive three-month program last week. Focused on providing Singaporean startups an accelerated entry into Vietnam, VGI has pushed through the challenges brought on by COVID-19 to provide its 12 participants with knowledge and insights for their next stage of growth.

Vietnam has had a GDP growth rate above 5% for the last ten years and with a population predominately made up of those aged under 35, the local market presents opportunities for Singaporean startups to venture into. The 12 startups have learned many valuable lessons about the local business ecosystem, infrastructure, and cultural differences that will no doubt be extremely useful over the next few months.

The Vietnam Global Innovation is an initiative under Enterprise Singapore’s Global Innovation Alliance, powered by Quest Ventures. It is scheduled to have its next run in November.

More


Experts: Robust venture capital ecosystem can boost employment

Dhaka Tribune

Experts urged for building a robust venture capital and startup ecosystem, which could increase employment opportunities in the country.

To achieve this, policy support is essential, and subsequent turnaround of the country’s startups could then enable them to contribute 2% to the GDP by 2025, they further suggested.

They were expressing their views at a webinar organized by the Bangladesh Securities and Exchange Commission (BSEC) and Venture Capital & Private Equity Association of Bangladesh (VCPEAB) on Saturday.

BSEC Chairman Prof Shibli Rubayat-Ul-Islam attended the webinar as chief guest, while BSEC Commissioner Prof Mizanur Rahman and Prof Shaikh Shamsuddin Ahmed were present as special guests.

“We all aspire to have a vibrant venture capital and startup ecosystem and the government can play an important role to achieve this. The government can introduce favourable policies and subsidize credits for startups and SME,” said James Tan.

More


Gurihnya Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia yang Dibidik SoftBank

Katadata

SoftBank Ventures Asia Korea Selatan memimpin pendanaan seri B US$ 12 Juta atau sekitar Rp 175 miliar kepada startup penyedia solusi katering Yummy Corp akhir pekan lalu. Perusahaan rintisan ini menyediakan layanan restoran berbasis komputasi awan (cloud kitchen), yang juga dirambah oleh Gojek dan Grab.

Yummy Corp mengoperasikan 70 dapur yang disebut Yummykitchen, di Jakarta, Bandung dan Medan. Layanan ini dikembangkan sejak pertengahan tahun lalu.

Yummykitchen memposisikan diri sebagai operator penuh. Tidak hanya menyewakan dapur bersama, tetapi juga mengerjakan operasional dari berbagai pemegang merek (brand).

Ada lebih dari 50 merek kuliner yang bergabung dengan Yummykitchen. Beberapa di antaranya Ismaya Group, Sour Sally Group, Padang Merdeka, Hong Tang dan Dailybox.

Marketing Director Yummy Corp Raetedy Refanatha menjelaskan, layanan yang ditawarkan meliputi peralatan, karyawan hingga memproses pemesanan dan pengiriman makanan kepada pelanggan. Selain itu, perusahaan menyediakan analisis data.

Perusahaan menggandeng Gojek dan Grab untuk layanan pesan-antar makanan. “Maka mitra brand bisa berfokus pada strategi pengembangan bisnis mereka,” katanya kepada Katadata.co.id, Senin (28/9).

Yummy Corp memiliki empat layanan utama yakni manajemen fasilitas, gerai, paket acara, dan Yummy Box.

Perusahaan ini memperoleh pendanaan seri B pada pekan lalu. Selain SoftBank, Vectr Ventures Hongkong, Appworks Ventures Taiwan, Quest Ventures Singapura, Coca Cola Amatil X Australia, serta Palm Drive Capital Amerika Serikat (AS) berpartisipasi.

Intudo Ventures dan Sovereign’s Capital yang terlibat dalam pendanaan sebelumnya, juga ikut serta.

Yummy Corp juga memperoleh pendanaan seri A US$ 7,75 juta atau sekitar Rp 110 miliar pada Oktober tahun lalu. Investor yang terlibat yakni Sinarmas Digital Ventures (SMDV), East Ventures, Agaeti Ventures, Prasetia Dwidharma, dan Selera Kapital by Sour Sally Group.

More


Yummy Corp kantongi investasi Rp175 miliar

IndoTelko

JAKARTA (IndoTelko) – Yummy Corp mengumumkan memperoleh pendanaan series B sebesar US$ 12 juta atau senilai Rp 175 miliar dari berbagai venture capital global yang dipimpin oleh SoftBank Ventures Asia Korea Selatan dengan partisipasi dari Vectr Ventures Hongkong, Appworks Ventures Taiwan, Quest Ventures Singapura, Coca Cola Amatil X Australia serta Palm Drive Capital Amerika Serikat diikuti dengan investor yang telah berpartisipasi di pendanaan sebelumnya, Intudo Ventures dan Sovereign’s Capital.

Investor-investor global baru tersebut akan bergabung dengan investor yang sejak awal sudah berinvestasi di Yummy Corp seperti Sinarmas Digital Ventures (SMDV), East Ventures, Agaeti Ventures, Prasetia Dwidharma, dan Selera Kapital by Sour Sally Group.

Pendanaan lanjutan ini melanjutkan momentum positif dari pendanaan series A sebesar U$7,75 juta yang diperoleh Yummy Corp pada Oktober 2019 lalu.

“Didukung oleh pasar food delivery yang berkembang pesat di Indonesia, Yummy Corp kini menjadi pelaku cloud kitchen terbesar di Indonesia. Disertai keahlian perusahaan yang kuat dalam industri F&B serta keunikan proposisi nilai pada brand mereka, kami yakin Yummy Corp akan terus menjadi pemimpin di industri ini. Kami sangat senang untuk mendukung dan membantu mereka meningkatkan bisnis di sektor yang sedang berkembang ini,” kata Harris Yang dari SoftBank Ventures Asia
Salah satu unit bisnis Yummy Corp adalah Yummykitchen, satu-satunya cloud kitchen di Indonesia yang memposisikan diri sebagai operator penuh, dimana Yummykitchen tidak hanya menyewakan dapur bersama namun juga mengerjakan operasional dari berbagai brand sehingga dapat melakukan ekspansi lebih cepat dan menjangkau konsumen lebih luas

“Kami sangat bersemangat menyambut hadirnya investor-investor global yang bergabung bersama Yummy Corp, hari ini menjadi sebuah milestone penting bagi kami terutama di kala semua industri berjuang di tengah resesi global karena pandemi. Dengan pendanaan ini, kami terus fokus untuk mengambil peranan aktif dalam membantu pemain-pemain industri F&B untuk mengembangkan bisnisnya melalui channel delivery sebagai solusi menghadapi segala keterbatasan di kala pandemi. Kami mengundang semua pemilik usaha F&B, baik brand besar maupun UMKM untuk bekerjasama dan berkembang bersama kami,” tambah CEO Yummy Corp Mario Suntanu.

Yummy Corp sejak awal beroperasi telah bersertifikasi HACCP (Hazard Analysis dan Critical Control Point yaitu sistem jaminan mutu proses penanganan makanan tertinggi, sehingga menegaskan pentingnya keamanan produksi makanan dan menjawab isu masalah yang seringkali muncul terkait food delivery mulai dari masalah kebersihan dapur maupun kedisiplinan pekerja terutama di masa pandemi ini.

Yummykitchen menjamin pelaksanaan operasional sehari-hari untuk selalu mengutamakan keamanan dan kebersihan serta menerapkan berbagai protokol tambahan hingga makanan diterima oleh pelanggan untuk mendukung upaya Pemerintah menekan penyebaran virus.

More


Yummy Corp Kantongi Pendanaan Series B Senilai 175 Miliar Rupiah pada Masa Resesi Global

Industry.co.id

INDUSTRY.co.id – Jakarta – Yummy Corp mengumumkan memperoleh pendanaan series B sebesar US$ 12 Juta atau senilai Rp 175 Miliar dari berbagai venture capital global yang dipimpin oleh SoftBank Ventures Asia Korea Selatan dengan partisipasi dari Vectr Ventures Hongkong, Appworks Ventures Taiwan, Quest Ventures Singapura, Coca Cola Amatil X Australia serta Palm Drive Capital Amerika Serikat diikuti dengan investor yang telah berpartisipasi di pendanaan sebelumnya, Intudo Ventures dan Sovereign’s Capital.

Investor-investor global baru tersebut akan bergabung dengan investor yang sejak awal sudah berinvestasi di Yummy Corp seperti Sinarmas Digital Ventures (SMDV), East Ventures, Agaeti Ventures, Prasetia Dwidharma, dan Selera Kapital by Sour Sally Group.

Pendanaan lanjutan ini melanjutkan momentum positif dari pendanaan series A sebesar U$ 7.75 juta yang diperoleh Yummy Corp pada Oktober 2019 lalu.

“Didukung oleh pasar food delivery yang berkembang pesat di Indonesia, Yummy Corp kini menjadi pelaku cloud kitchen terbesar di Indonesia. Disertai keahlian perusahaan yang kuat dalam industri F&B serta keunikan proposisi nilai pada brand mereka, kami yakin Yummy Corp akan terus menjadi pemimpin di industri ini. Kami sangat senang untuk mendukung dan membantu mereka meningkatkan bisnis di sektor yang sedang berkembang ini,” ujar Harris Yang dari SoftBank Ventures Asia melalui keterangan yang diterima redaksi pada Sabtu (26/9).

Salah satu unit bisnis Yummy Corp adalah Yummykitchen, satu-satunya cloud kitchen di Indonesia yang memposisikan diri sebagai operator penuh, dimana Yummykitchen tidak hanya menyewakan dapur bersama namun juga mengerjakan operasional dari berbagai brand sehingga dapat melakukan ekspansi lebih cepat dan menjangkau konsumen lebih luas.

Sejak diluncurkan pertengahan 2019 lalu, Yummykitchen telah mengoperasikan 70 cloud kitchen/ dapur bersama yang tersebar di Jakarta, Bandung dan Medan. Saat ini lebih dari 50 brand food and beverage (F&B) telah bergabung bersama Yummykitchen diantaranya brand yang telah beroperasi cukup lama dengan skala besar seperti Ismaya Group, Sour Sally Group hingga brand yang baru muncul dengan pertumbuhan tinggi seperti Padang Merdeka, Hong Tang maupun Dailybox.

More


インドネシア拠点のクラウドキッチンスタートアップYummyがソフトバンク・ベンチャーズ・アジア主導で12.6億円調達

TechCrunch Japan

インドネシア拠点のYummy Corporationは9月24日、SoftBank Ventures Asia(ソフトバンク・ベンチャーズ・アジア)が主導するシリーズBの資金調達で1200万ドル(約12億6500万円)を調達した。同社は、インドネシア最大のクラウドキッチン管理会社をうたうスタートアップ。共同創業者兼最高経営責任者のMario Suntanu(マリオ・サンタヌ)氏は「調達した資金はより多くの主要都市への進出と、データ分析を含む技術プラットフォームの開発に充てる」とのこと。

このラウンドのほかの参加者には、Intudo VenturesとSovereign’s Capital、新規投資家としてVectr Ventures、AppWorks、Quest Ventures、Coca Cola Amatil X、Palm Drive Capitalが含まれる。シリーズBにより、Yummy Corporationのこれまでの調達総額は1950万ドル(約20億5600万円)になる。

2019年6月にサービスを開始したYummy Corporationのクラウドキッチンのネットワークは、Yummykitchenと呼ばれ、現在ジャカルタ、バンドン、メダンに70以上のHACCP認定施設が含まれている。Ismaya Group(イスマヤグループ)やSour Sally Group(サワーサリーグループ)などの現地の大手ブランドを含む50社以上の食品・飲料企業と提携している。

インドネシアでサービスを提供しているほかのクラウドキッチンのスタートアップには、HangryやEverplateなどがある。そして、これらの企業とYummy Corporationは、主要な2社のプレーヤーと戦っている。もちろんそれは「スーパーアプリ」を擁するGrabとGojekであり、どちらも大規模なクラウドキッチンのネットワークを運営し、オンデマンド配信サービスと統合できるという強みを持つ。

サンタヌ氏は、他のクラウドキッチンと比較したYummyの最大の強みは「キッチン設備に加えて、完全に管理されたロケーションやキッチン運営サービスを提供している点」を強調する。つまり、レストランやF&Bブランドを含むYummyのパートナーは、自分たちのチームを雇う必要がなく、料理の準備と配送はYummyの従業員が担当する。また同社は、クライアントにデータ分析プラットフォームを提供し、ターゲットを絞った広告キャンペーンや、フードデリバリーアプリ上でのリスティングをより目に見えるものにするための支援も実施している。

More


Indonesian cloud kitchen startup Yummy gets $12 million Series B led by SoftBank Ventures Asia

TechCrunch

Yummy Corporation, which claims to be the largest cloud kitchen management company in Indonesia, has raised $12 million in Series B funding, led by SoftBank Ventures Asia. Co-founder and chief executive officer Mario Suntanu told TechCrunch that the capital will be used to expand into more major cities and on developing its tech platform, including data analytics.

Other participants in the round included returning investors Intudo Ventures and Sovereign’s Capital, and new backers Vectr Ventures, AppWorks, Quest Ventures, Coca Cola Amatil X and Palm Drive Capital. The Series B brings Yummy Corporation’s total raised so far to $19.5 million.

Launched in June 2019, Yummy Corporation’s network of cloud kitchens, called Yummykitchen, now includes more than 70 HACCP-certified facilities in Jakarta, Bandung and Medan. It partners with more than 50 food and beverage (F&B) companies, including major brands like Ismaya Group and Sour Sally Group.

The number of cloud kitchens in Southeast Asia has grown quickly over the past year, driven by demand for food deliveries that began increasing even before the pandemic. But for F&B brands that rely on deliveries for a good part of their revenue, running their own kitchens and staff can be cost-prohibitive. Sharing cloud kitchens with other businesses can help increase their margins.

More


Kazakhstan Digital Accelerator Project Invests $500,000 Into 10 New Startups

The Astana Times

The Kazakhstan Digital Accelerator (KDA) program handed $50,000 investment checks to 10 startups during the Sept. 22 launching ceremony in Nur-Sultan, forbes.kz reported. KDA received around 200 applications from Kazakhstan, the U.K., India, Singapore, South Korea, and Uzbekistan.

The first ten KDA finalists will develop projects in Edtech (Aero, Okoo, Qlang), Agrotech (Egistic), MedTech and Health Tech (Cerebra, 1Fit), Consumer digital and retail (Campeat, Retail Analytica, ApartX) and Payments (Smart Gas).

QazTech Ventures and Quest Ventures, a leading Singapore fund, launched the KDA and chose the ten startups on Aug. 14. The venture funds and startups have had to hold their meetings virtually to maintain social distancing.

“A lot of work has been done, and today we officially congratulated the finalists on being included in the first stream of the KDA program and on receiving their first investments. We see a great potential in the Kazakh startup community. There was really stiff competition in the selection for participation,” said Quest Ventures Investment Director Anuar Seifullin.

QazTech Ventures is a subsidiary of the Baiterek National Managing Holding. Venture capitalists launched the KDA to develop and promote startup projects and the digital ecosystem in Kazakhstan.

“We hope that the knowledge and financial support they receive will help startups get on the right track when building their business model,” said QazTech Ventures Deputy Chairperson Dias Bexoltan.

More


Indonesian cloud kitchen Yummy Corp bags USD 12 million from SoftBank, others

KrASIA

Indonesian cloud kitchen platform Yummy Corp on Friday announced that it has raised USD 12 million in a SoftBank Ventures Asia-led Series B round. Other big names such as Appworks, Coca Cola’s VC arm Amatil X, and Quest Ventures also participated, along with existing investors such as Intudo Ventures and Sovereign’s Capital.

“We have seen unprecedented growth for Yummykitchen,” said CEO Mario Suntanu. “With this funding, we will focus on our mission to take an active role in helping the F&B industry grow their delivery business, especially during this pandemic.”

Santanu further told KrASIA that they will use the fresh capital to expand to more major cities in Indonesia and to invest in technology. AI and analytics will be a major focus for business development, Santanu said.

Founded back in 2017, the company provides cloud kitchen and catering services. In 2019, it launched Yummykitchen which now runs over 70 outlets across Jakarta, Bandung, and Medan. The company rents out shared kitchen space to local culinary brands and delivery platforms. Yummykitchen claims to partner with more than 50 F&B brands, including popular names such as cold dessert seller Sour Sally.

More


Menu